Ivory Bloom

Beauty, Travel and Random Thing

Wisata ke Pantai Sawarna di Banten

Pantai Sawarna adalah wisata Pantai yang ada di Lebak, Banten. Dahulu wilayah ini belum juga diketahui banyak beberapa orang. Tetapi sebab makin mengembangnya tehnologi dan media Info, wilayah Sawarna jadi populer ke beberapa pelosok negeri sampai ke luar negeri.

Popularitasnya naik sesudah masuk dalam beberapa acara TV nasional. Diluar itu banyak pula beberapa blogger yang mengulas mengenai keindahan pantai yang satu ini.

Serta, banyak sutradara yang jadikan pantai ini untuk tempat syuting beberapa jenis jenis film, dari mulai horor sampai romance.
Sawarna pertama-tama jadi perhatian sebab pantainya yang masih bersih serta asri, diikuti semenjak tahun 2000-an photo pantai Sawarna telah berada di mesin penelusuran google. Karena beberapa blogger traveller indonesia yang berlibur ke sini serta share narasi sepanjang berlibur di Sawarna.

Riwayat kata “Sawarna” sebetulnya ada dua versus, yang akan kita ulas satu-satu :

Riwayat ini berawal pada tahun 1907, saat Indonesia masih dijajah. Satu orang Pria dari Belanda yang bernama Jean Louis buka satu perkebunan kelapa sawit seluas 54 hektare. Perkebunan itu terdapat di seputar pantai Ciantir serta Tanjung Monitor. Karyawan yang kerja umumnya berasal di luar wilayah Banten.

Bersamaan mengembangnya jaman serta perkembangan masyarakat yang makin bertambah, terbentuklah satu komune bernama Sawarna. Ketidaksamaan logat serta dialek yang ada pada komune menyebabkan kata Sawarna disalah artikan. Dari nama Sawarna, jadi kata “Sorana” yang bermakna Suaranya.

Versus ke-2 dari riwayat kata Sawarna datang dari nama Satu orang Tetua serta kades pertama di wilayah ini yang bernama Swarna. Beliau hidup pada masa seputar tahun 1900-an.

Dengan bahasa (Bahasa Sunda) kata Swarna (Sawarna) memiliki makna satu warna. Ada pula masyarakat lokal yang katakan, kalau kata Sawarna mengisyaratkan jika masyarakat di desa itu ya satu warna.

Itu ia Filosofi kata sawarna, seterusnya silahkan kita lanjut ulas ke riwayat daerahnya. Jean Louis Van Gogh yang di katakan barusan memiliki harapan, yaitu tempat upayanya waktu itu ingin diketahui sampai ke luar negeri.

Entahlah apa korelasi di antara harapan orang Belanda itu dengan generasi seterusnya. Yang tentu Warga seputar yakini jika Desa Sawarna ini satu waktu akan diketahui jadi desa yang ketentuan akan keindahan alamnya.

Sekarang Desa Sawarna diketahui jadi wilayah yang memiliki banyak spot pantai yang memanjakan mata. Banyak wisatawan lokal atau luar negeri yang hadir untuk liburan habiskan waktu senggangnya. Banyak pula beberapa peselancar dari beberapa negara hadir ke Pantai Sawarna untuk coba kesenangan ombaknya.

Diluar itu, nyatanya Sawarna memiliki riwayat gelap. Dahulu beberapa ratus ribu nyawa romusha mati percuma karena pengerjaan jalan Jalan Kereta Api Saketi-Bayah. Saat ini cuma sisa puing-puingnya saja serta itu juga banyak yang hilang entahlah ke mana.
Pantai Sawarna terdapat di Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten. Pantai ini bertemu langsung dengan samudera Hindia, jadi kalau sahabat ingin ke Australia melalui sini saja, gunakan getek bisa kalau kuat. Becanda sob, itu tempatnya ya. Saat ini waktunya kita ulas tentang rutenya :

Jarak dari Jakarta ke arah Desa Sawarna cukup jauh, seputar 230 KM kira-kira. Nah, tinggal milih ingin gunakan transportasi umum atau gunakan transportasi pribadi. Kalau ingin cepat lebih baik memakai kendaraan pribadi saja, dengan waktu sekitaran 6-7 jam, jika sahabat gunakan transportasi umum kurang semakin dapat memerlukan waktu sampai 9-10 jam.

Jika ingin memakai transportasi umum, karena itu sahabat lebih baik naik KRL dahulu dari Jakarta ke arah stasiun Bogor. Dari stasiun naik kendaraan umum ke arah Terminal Baranangsiang, dari sana baru naik Bis ke arah Pelabuhan Ratu kira-kira seputar 5 jam. Dari Pelabuhan Ratu diteruskan naik minibus atau ELF jurusan Bayah atau langsung ke Sawarna dapat juga, kira-kira butuh waktu 2 jam. Oh ya kalau sahabat turunnya di Terminal Bayah karena itu tinggal sewa Ojek saja, dengan waktu pintas 20 menit.
Jika ada yang bertanya, di Sawarna Spot yang terpopuler dimana ya ? Pastinya jawabannya Tanjung Monitor. Tanjung Monitor ini adalah pantai pertama di Desa Sawarna yang namanya melesat di dunia pariwisata. Sebagai keunikan dari pantai ini ialah terdapatnya dua buah karang di tepi pantai yang mirip Monitor kapal.

Dahulu pada saat Jajahan Belanda, wilayah Tanjung Monitor ini diketahui dengan nama Java’s Eerste Punt yang bermakna “ujung pertama Pulau Jawa”.Riwayat mengenai Pantai Tanjung Monitor dikisahkan dalam babad sunda serta legenda (dongeng) pesisir selatan.

Nyatanya dua buah karang raksasa yang berupa monitor itu konon adalah jelmaan dari dua buah kemampuan yang nantinya jadikan kapal oleh Sangkuriang.

Kapal itu dibikin saat Sangkuriang akan langsungkan pernikahan dengan Ibunya yang bernama Dayang Sumbi. Sayangnya Sang Hyang Widi murka akan aksi Sangkuriang yang bersikukuh ingin menikah dengan Ibunya. Diamuklah semua perlengkapan yang kapal terhitung ke-2 monitor itu. Diceritakan jika kapal itu ditendang kesebelah utara serta jadi Tangkuban Perahu. Sedang layarnya ditendang ke samping selatan yang selanjutnya saat ini diketahui dengan Tanjung Monitor.

Tidak hanya legenda mengenai Sangkuriang, di seputar Tanjung monitor ada satu karang yang berupa pijakan kaki. Karang itu diberi nama jejak kaki Kabayan (Tokoh Sunda), sahabat dapat cek tokoh Kabayan.

Wisata ke Pantai Sawarna di Banten


Ruang ini benar-benar bagus untuk aktiviatas foto-foto atau sebatas nikmati Indahnya situasi Pantai. Pelancong dapat mendekat ke ruang karang cuma waktu air surut, bentangan karang yang memanjakan mata dan lingkungan yang masih alami benar-benar pas ditambah lagi waktu hari mendekati senja. Banyak warung tradisionil yang siap layani. Sarana seperti saung, toilet, dan gazebo sekedar untuk berjemur juga sudah ada untuk menganakemaskan tiap pelancong.

Pantai Pasir Putih terdapat di Ciantir, tidak jauh dari Tanjung monitor. Nah, Bila di Tanjung monitor cuma biasa digunakan sekedar untuk santai serta berpose karena itu beda dengan Pantai Pasir Putih. Di sini dapat berenang atau berseluncur ria di atas ombak yang berkejaran. Bila hari Libur sudah datang, bentangan pasir yang benar-benar luas di pantai ini akan penuh dengan pelancong.

  • Silahkan masukan huruf yang tertulis pada gambar di atas dengan benar.

    Isi tulisan akan diterbitkan dan hanya pemilik blog yang dapat menghapusnya.

    削除
    Wisata ke Pantai Sawarna di Banten
      Komentar(0)